Minggu

Akibat/Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalahgunaan Narkoba Pada Kehidupan & Kesehatan Manusia

Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik.
Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia kedokteran, namun hanya diberikan bagi pasien-pasien tertentu, bukan untuk dikonsumsi secara umum dan bebas oleh masyarakat. Oleh karena itu obat dan narkotik yang disalahgunakan dapat menimbulkan berbagai akibat yang beraneka ragam.
A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang Disalahgunakan
1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin.
Biasanya setelah seorang pecandu sembuh dan sudah sadar dari mimpi-mimpinya maka ia baru akan menyesali semua perbuatannya yang bodoh dan banyak waktu serta kesempatan yang hilang tanpa disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika berada di penjara. Segala caci-maki dan kutukan akan dilontarkan kepada benda haram tersebut, namun semua telah terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa.
B. Dampak Langsung Narkoba Bagi Jasmani / Tubuh Manusia
1. Gangguan pada jantung
2. Gangguan pada hemoprosik
3. Gangguan pada traktur urinarius
4. Gangguan pada otak
5. Gangguan pada tulang
6. Gangguan pada pembuluh darah
7. Gangguan pada endorin
8. Gangguan pada kulit
9. Gangguan pada sistem syaraf
10. Gangguan pada paru-paru
11. Gangguan pada sistem pencernaan
12. Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll.
13. Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia.
C. Dampak Langsung Narkoba Bagi Kejiwaan / Mental Manusia
1. Menyebabkan depresi mental.
2. Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik.
3. Menyebabkan bunuh diri
4. Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan.
Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan dalam mencoba berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat menjadi pemakai narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan melupakan masalah dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.

Sabtu

Eksekutif Muda dan Kendesoan di Senayan

Saya seumur hidup baru sekali yang namanya ke Plaza Senayan, ya kemaren lusa untuk pertama kalinya itu. Kalo lihat yang pergi ke daerah Senayan, ini untuk yang ketiga kalinya, yang pertama dan kedua saya nonton bola di Gelora Bung Karno. Tapi, kenapa kok saya bisa-bisanya kabur ke Jakarta pada hari kuliah ini?Udah berasa jago Elka ama Sinsis?Bwehehehe..Iya..:p..Ndak ding, saya ini kebetulan ada keperluan di kantor Oracle Indonesia yang bertempat daerah Senayan, Jakarta, tepatnya di Gedung Sentral Senayan 1 Lantai 9 yang berdekatan dengan Plaza Senayan, makanya itu saya jalan-jalan dulu ke sana..:p
Di sana saya melihat banyak eksekutif muda yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Jujur saja, saya sangat jarang melihat langsung orang-orang seperti itu di Indonesia. Yah, you knowlah, mana ada anak UNB (tempatku kuliah) yang berdandan kek gitu. Ga ancur-ancuran dan mandi aja udah syukur (pengalaman pribadi :p ). Dan saya sering bertemu dengan orang yang berpendapat bahwa mahasiswa UNB itu jarang mandi, sungguh nista, apakah tidak melihat orang ganteng seperti saya disana? :p
Oke, back to laptop,eh,topic. Saya jujur aja kagum melihat mereka, secara mereka udah kerja selama hampir setengah hari (ini jam 12), tapi masih tetap ganteng aja mereka. Maknyus..Saya yang dulu sama sekali meremehkan pekerjaan sebagai eksekutif muda yang saya anggap sangat membosankan, buat apa duduk di belakang meja dan ngetik-ngetik doang. Tapi setelah melihat itu, saya menjadi tertarik. Sejelek apapun mereka, pasti tetep aja ganteng kalo gitu, bwehehehehe..
Yang saya lihat itu kira-kira modelnya sama semua. Pertama dari kepala, rapih-rapih rambutnya dan kalo yang punya kumis, pasti rapi bener, kek saya ini..:p.. Kacamatanya juga kelihatan mahal-mahal, hanya keliatannya aja sih, entah kalo belinya di Tanah Abang :p..Turun ke pakaian, pake kemeja bersih banget mereka dan almost tangan panjang, hampir mirip dengan saya yang sama sekali tidak punya kemeja, bahkan untuk praktikum pun harus minjem, hehe..Dasi dan pin dasi juga ga ketinggalan. Bajunya dimasukin ke celana panjang kain yang bersih dan rapih juga. Sepatu resmi aka pantopel kalo kata orang jawa juga ga ketinggalan.
Yah kira-kira itulah cerminan eksekutif muda Indonesia dan dunia pun juga ga jauh beda sama itu. Sangat menarik dan enak untuk dilihat. Akankah saya juga bisa seperti itu? Insya Allah, penampilan saya hari ini sudah cukup mirip (kalo dilihat dari pegunungan hongkong bagian utara). Pake kemeja,ngeri ga situ,tapi tangan pendek..:p dan yang paling hebat adalah celana jeans plus sepatu yang hanya semi resmi. :p
Beberapa kejadian katro dalam kepergian saya kali ini. Tadi mau masuk Plaza Senayan malah bingung, takutnya kalo itu pintu keluar kan keliatan katro bener. Akhirnya saya nunggu ada orang masuk dulu baru saya ngikutin di belakangnya, beuh,tau2 disetop satpam, udah kaget, ternyata mau diperiksa tasnya. :p ..Trus waktu mau keluar juga sama,takutnya salah pintu,akhirnya nunggu orang lain keluar dulu..:p.. Setelah liat orang-orang pada rapi bajunya dimasukin, saya akhirnya mlipir-mlipir masuk ke toilet buat masukin kemeja, hehehehe. Trus waktu masuk ke Sentral Senayan 1, saya asal aja naik lift, mau ke lantai 9. Eh, ga ada tombolnya ke lantai 9, adanya lantai 11,12,13,14 dll. Panik sudah, akhirnya ke lantai 11 dan turun lagi. Ternyata liftnya ada dua jenis. Buat ke lantai 3-11 dan 11-24 (kalo ga salah), hahaha. Katro benerlah pokoknya.
Tapi diluar itu semua, saya, Sigit dan Fajar (kenalan baru di sana) ditraktir makan enak di Court Yard, Plaza Senayan sama pak Robert Kayatoe Makanannya secara overall nilainya 8. Chicken Crispy-nya enak, Brokoli yang dimasak apa itu juga enak banget,sueger, apalagi kata pak Robert itu “bagus” buat laki-laki,jadi dah semangat makannya..:p..*maap rada bambang tanpa foto,maklum tau sendiri Hpku canggihnya kek apa..:p

Jumat

Berkhidmat Penuh kepada Penjajah Inggris

Siap membantu penjajah Inggris hingga di luar negeri. Beberapa tokoh Ahmadiyah pun tewas saat ikut melawan pemerintahan Afghanistan.
Akhirnya, umat Islam Pakistan memutuskan melakukan gerakan masal menuntut pemerintah agar Ahmadiyah dikeluarkan dari Islam. Keputusan ini diambil setelah pemerintah tidak merespon permintaan 33 wakil ulama yang menginginkan hal yang sama pada tahun 1953 di Karachi. Gerakan itu sendiri amat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Pakistan.
Karena desakan yang kuat dari umat Islam dan ulama, mereka berhasil menekan pemerintah untuk memasukkan Ahmadiyah sebagai non-Muslim. Bahkan Menteri Luar Negeri Pakistan yang saat itu, Dzafarullah Khan, yang juga penganut Ahmadiyah akhirnya juga lengser dari jabatannya.
Sebelumnya, para penganut Ahmadiyah menduduki posisi penting seperti di kementerian luar negeri, militer dan kepolisian. Bahkan di Rabwah yang terletak di propinsi Punjab, mereka melakukan “penjajahan” dimana wilayah itu dikuasai penuh oleh mereka, tidak ada pegawainya kecuali sebagai penganut Ahmadiyah. Manurut Abu Hasan Ali An Nadawi, wilayah tersebut mirip dengan Israel, yang menduduki Palestina.
Sebenarnya, jauh-jauh hari sebelum Pakistan terpisah dari India pada tahun 1947, pengadilan Bahawalpur pada tahun 1930, telah mengeluarkan keputusan mengenai kekufuran Ahmadiyah dan pelarangan menikah antar umat Islam dengan sekte ini. Keputusan tersebut diambil setelah melalui perdebatan panjang selama dua tahun, yang diikuti oleh para tokoh Ahmadiyah dan para ulama Ahlu Sunnah.
Buatan Inggris
Gerakan Ahmadiyah sendiri mulai muncul akhir abad 19 di India setelah Inggris berhasil menguasai negeri tersebut. Ada hubungan timbal balik antara kelompok ini dengan Inggris. Bahkan membantu penjajah ini, merupakan aqidah dan misi utama dari sekte ini.
Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah menulis, ”Aku telah menghabiskan sebagian besar umurku untuk mendukung pemerintah Inggris dan membelanya. Dan aku telah menulis untuk melarang jihad dan mewajibkan taat kepada ulil amri Inggris, baik dalam buku, pengumuman, pamflet yang mana kalau itu semua dikumpulkan akan memenuhi 50 peti. Aku telah menyebarkan buku ini semua ke beberapa negara Arab, Mesir, Syam dan Turki. Saat itu sasaran yang selalu ingin kucapai adalah menjadikan umat Islam rela akan pemerintahan ini…”
Di kitab lainnya, di akhir bukunya yang berjudul Syahadah Al-Qur`an, Mirza menyatakan, ”Sesungguhnya aqidahku yang aku ulang-ulangi terus yakni, ‘sesungguhnya Islam ada dua bagian. Bagian pertama adalah taat kepada Allah dan bagian kedua adalah taat kepada pemerintah yang menebarkan keamanan dan menjadikan kita terlindung dari orang-orang zalim, pemerintahan itu adalah pemerintahan Inggris.”
Demikianlah pernyataan Mirza sendiri, bahwa gerakan Ahmadiyah memang untuk mendukung Inggris. Lantas, apakah benar Ahmadiyah merupakan bentukan Inggris?
Surat Mirza yang ditujukan kepada perwakilan Inggris pada 24 Februari 1898 akan menjawabnya. Dalam surat itu, Mirza yang dianggap nabi oleh pengikut Ahmadiyah menyatakan, ”Dan yang diharapkan dari pemerintah agar memperlakukan keluarga ini (Ahmadiyah), yang merupakan hasil “tanaman” Inggris sendiri dan hasil dari mereka sendiri, dengan serius, hati-hati, penuh ketelitian dan penjagaan. Dan hendaknya pemerintah memberi nasihat kepada para pejabatnya untuk memperlakukan saya dan pengikut saya dengan perlakuan khusus serta perlindungan yang maksimal.” (Tabligh Ar Risalat, 7/19-25)
Bahkan tokoh-tokoh Ahmadiyah bergabung menjadi mata-mata Inggris, hingga di luar negeri sekalipun. Beberapa tokoh Ahmadiyah, seperti Abdul Lathif membantu Inggris di Afghanistan dengan menentang perlawanan rakyat terhadap penjajah itu. Demikian juga tokoh Ahmadiyah lainnya, Mulla Abdul Halim dan Mulla Nur Ali yang merancang pemberontakan terhadap pemerintah Afghanistan tahun 1925, semua tokoh tersebut berhasil dibunuh. Koran Al-Fadhl milik Ahmadiyah yang terbit 3 Maret 1925, menyebutkan peristiwa itu dengan penuh rasa bangga. *Thoriq/Suara Hidayatullah MARET 2011

Runtuhnya Teori Otak Tengah?

Cukup beralasan jika buku berjudul Dahsyatnya Otak Tengah tulisan Hartono Sangkanparan dibilang best seller, alias buku laris. Pasalnya, buku tentang otak yang ditulis oleh sarjana ilmu informatika ini telah dicetak berulang kali.
Kurang dari setahun, dari Februari 2010 hingga November 2010, buku ini telah dicetak sebanyak 14 kali. Konon cetakan kedua buku ini dibuat beberapa hari setelah cetakan pertamanya dipasarkan.
Hartono menulis, buku ini disusun sebagai referensi aktivasi otak tengah (AOT). Katanya, saat buku itu ditulis, informasi tentang AOT masih sangat minim.
Tak heran bila David Ting, trainer GMC Internasional yang disebut sebagai bapak AOT di Indonesia, mengaku menemukan banyak informasi yang berguna dan sangat praktis tentang AOT di dalam buku tersebut.
“Ini adalah sebuah buku yang sangat bagus!” tulis David dalam kata pengantar buku yang ditulis oleh pemegang lisensi master waralaba GMC Australia ini. Cukup aneh memang. Seorang trainer senior dari negeri asal pelatihan AOT malah belajar dari buku yang ditulis oleh muridnya sendiri.
Meski mengatakan sebagian besar informasi di bukunya berasal dari literatur kedokteran (Hartono: 2010 hal. ix), tapi tidak satupun buku standar kedokteran apalagi soal otak, yang dicantumkan penulis pada daftar pustaka. Berikut lima buku yang menjadi rujukan sang penulis:
• Anonim, Buku Panduan Pengaktifan Otak Tengah, Genius Mind Consultancy Indonesia
• Faber, Adele dan Elaine Mazlish, How to Talk so Kids will Listen & Listen so Kids will Talk, Avon Books, 1980
• Gardner, Howard, Kecerdasan Majemuk, Jakarta: Interaksa, 2003
• Kiyosaki, Robert T. dan Sharon L. Cechter CPA, Rich Kid Smart Kid, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002
• Shichida, Makoto, Ed., The Mystery of The Right Brain, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2003
Di dalam buku itu, Hartono menulis, otak tengah berfungsi sebagai penghubung dan penyeimbang otak kiri dan otak kanan. “Otak tengah merupakan super controller yang dapat mengatur keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Sayangnya, otak tengah kebanyakan orang dalam keadaan tidur (hal. 9).”
Selain menjelaskan fungsi otak tengah, buku tersebut juga menyebut macam-macam manfaat dari pengaktifan otak tengah. Di antaranya, “otak tengah yang sudah aktif akan merangsang kemampuan kecerdasan lain yang kurang dominan (hal. 50)”.
“Setelah otak tengah aktif, seorang anak dapat melihat dengan sentuhan yang sering disebut dengan skin vision. Beberapa orang bisa bahkan mampu melihat menggunakan telinga. Ada pula yang lebih bisa melihat dengan penciumanya (hal. 59).”
Sanggahan Para Ahli Karena mengklaim isi bukunya didukung dengan landasan dan bukti-bukti ilmiah, para ahli syaraf pun angkat bicara. Celakanya, tidak ada satu ahli syaraf, neurologist, yang membenarkan isi buku tersebut.
Selain dr. Adre Mayza dari Pusat Inteligensi Kemenkes RI, bantahan juga datang dari dr. Arman Yurisaldi, M.S., SpS. Arman bahkan sudah menulis buku berjudul Mengungkap Misteri Otak Tengah yang memberikan informasi detil teori-teori ilmiah tentang kedokteran syaraf modern yang sangat bertentangan dengan teori AOT.
Buku lainnya yang menyanggah AOT berjudul Membongkar Aktivasi Otak Tengah, Penemuan Terbesar di Dunia atau Penipuan Terbesar di Indonesia?, yang ditulis dengan gaya popular oleh Arif Virkill Yulian.
Kepada Suara Hidayatullah, dr. Arman mengatakan, buku GMC tentang AOT sudah keliru sejak mula menjelaskan tentang otak tengah itu sendiri. “Dari teori anatominya saja sudah bermasalah,” kata Arman.
Arman menjelaskan, otak tengah bukan penghubung otak kiri dan kanan, namun penghubung otak besar (otak depan/forebrain) dengan otak kecil (hind brain). Arman mengatakan, berdasarkan literatur ilmiah sistem AOT tidak menjelaskan dengan detil pengertian otak tengah.
Kata Arman, fungsi-fungsi kecerdasan otak berpusat pada otak besar dibantu otak kecil (dikenal dengan nama jaras kortiko-serebelar), dan otak tengah bukan pemain utama. Otak tengah tetap penting sebagai jalur penghubung semua lalu lintas kimiawi dan elektrik antara otak besar dan kecil. Gangguan sedikit saja pada otak tengah bisa mengakibatkan terganggunya kesadaran.
“Pernyataan perangsangan otak tengah bisa mengaktifkan otak kiri dan kanan adalah sesuatu yang terlalu berlebihan,” jelas Arman.
Selain itu, kata Arman, dalam teori AOT juga banyak tersebar istilah yang tidak dikenal dalam ilmu kedokteran syaraf. Seperti, rasa gembira akan membuka otak, keadaan genius, interbrain, dan banyak lainnya.
Karena itu, sebagai ahli syaraf Arman tidak menganjurkan untuk mengikuti program AOT sehingga metode ini benar-benar telah teruji dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. “Namun kemungkinan itu sangat kecil,” katanya.
Hartono Sangkanparan sendiri sudah membuat jawaban-jawaban terhadap berbagai kritik yang menyerang bukunya. Menjawab pertanyaan mengapa fungsi otak tengah versi GMC jauh berbeda dengan literature ilmiah, dia menjawab: “Betul, karena fokusnya berbeda. Pembahasan kaki pada dunia kedokteran tentu saja berbeda dengan pembahasan kaki pada dunia sepakbola. Apakah dokter spesialis kaki pandai untuk membuat gol? Mungkin saja, asal ada minat dan berlatih,” demikian jawabannya di situs GMC Australia, www.midbrainactivation.net.
General Manager PT. GMC Indonesia, Lenny Marlina B. Putri mengakui memang tidak ada literatur ilmiah yang mendukung metode AOT – GMC. Lalu, saat ditanya apakah GMC akan menarik peredaran buku tulisan Hartono, dia menjawab Hartono tidak ada hubungan dengan GMC Indonesia.
“GMC Indonesia hanya membantu menjualkan, soal ditarik atau tidaknya buku itu tanya saja ke percetakannya,” jawab Lenny.
Sudah Jatuh Korban Selain bermasalah dari sisi teori, program AOT dilaporkan telah menelan korban di sejumlah daerah. Fatima Mulyana dari Bandung, bersama temannya Koeshartati Saptorini dari Bekasi adalah bekas salah satu pemegang lisensi waralaba GMC di Bandung.
Kini Fatima dan Rini telah melepas usaha AOT mereka setelah menemukan anak-anak yang menjadi korban efek samping AOT. Meraka mengaku telah membeli lisensi waralaba GMC pada 2009 seharga Rp 300 juta.
Kebanyakan anak korban AOT yang dijumpai mereka menderita halusinasi. Anak-anak tersebut mengaku selalu dibayangi makhluk halus, menjadi pemarah, tidak sabaran, hingga berteriak-teriak ketika mendengar bacaan al-Qur`an. “Kini, anak-anak itu menjalani terapi ruqyah,” kata Fatima.
Menyikapi hal tersebut, sekelompok ilmuan yang dimotori oleh Dr. Julia Maria van Tiel telah membuat petisi Stop Aktivasi Otak Tengah yang diluncurkan bulan September 2010 lalu.
Julia adalah doktor di bidang antropologi kesehatan. Menurut dia, kegiatan AOT lebih tepat dimasukkan ke dalam kelompok psedo-ilmiah. Yakni mengaku menjalankan kegiatan ilmiah dengan bahasa ilmiah, padahal tidak ilmiah.
Muslimah yang kini tinggal di Belanda ini juga menilai, disadari atau tidak oleh penggiatnya, AOT sebagai praktek spiritual era baru (New Age Spirituality/NAM). Julia mengatakan NAM sangat bertentangan dengan ajaran agama-agama Samawi.
“Karena NAM mempercayai Tuhan berada di dalam setiap diri manusia, yaitu energi spiritualnya bisa dikembangkan tanpa batas,” jelas Julia kepada Suara Hidayatullah.
Caranya dengan memanfaatkan teknik neurofeedback (yang sebetulnya juga tidak dapat dibuktikan secara ilmiah). Yaitu memberikan rangsangan suara, hipnotis dan memberikan sugesti berupa motivasi ekstrim agar anak percaya bahwa dirinya bisa mengembangkan potensinya secara dahsyat.*
Lenny Marlina B. Putri
General Manager PT. GMC Indonesia
“Saya ingin melihat bukti dari mereka yang menuduh”

Sejak kapan GMC berdiri di Indonesia?
Di Indonesia sudah ada sejak September 2009, yang membawa ke Indonesia Pak Donny. Sebenarnya sudah sejak 2005 GMC mau berdiri di Indonesia, tapi memang yang ingin mengelolanya belum ketemu yang cocok.
Mengapa dibuat waralaba?
Memang sistemnya seperti itu. Karena bukan Indonesia yang mempunyai lisensinya tapi GMC Intenational. Jadi, Pak Donny yang memiliki lisensi master untuk semua wilayah di Indonesia.
Berapa uang yang diperlukan untuk membuka franchise GMC?
Kalau harganya saya tidak tahu jelas, itu relatif. Kalau untuk membeli license master kota itu sekitar milyaran. Karena kita melihat besarnya wilayah. Tidak mungkin satu wilayah sama dengan yang lain. Kita juga melihat segmen pasarnya, daya peminatnya. Tapi sistemnya seperti ini, mereka membuka cabang di daerah dan mereka mengambil royaltynya.
Berapa biaya per-anak untuk ikut pelatihan GMC?
Tiga setengah juta rupiah. Orang beranggapan ini harga yang mahal. Ini kan bentuk license, kita juga memberikan royalty untuk pusat. Dari Malaysia memberikan harga, kalau menaikan boleh tapi menurunkan tidak boleh.
Bagaimana GMC bisa membuat anak jenius dengan mengaktivatsi otak tengah?
Kami pihak GMC juga tidak pernah mengatakan setelah otak tengahnya diaktifkan anak pasti menjadi cerdas, saya ingin melihat bukti dari mereka yang menuduh. Yang menjadi pertayaan saya apakah itu orang GMC, alumni atau bukan?
GMC sekarang di bawah pengawasan Pusat Inteligensi Kemenkes RI, bagaimana ceritanya?
Dalam hal ini juga kami tidak dipanggil, tapi GMC mengirim surat ke Kemenkes dan meminta untuk diobservasi kegiatan kami. Kami memilih meluruskan masalah ini, kalau kami merasa bersalah dan ingin membenarkan secara ilmiah pada masyarakat. Kalau kami yakin salah, pasti sudah kabur.
Pelatihan aktivasi otak tengah dinilai tidak punya landasan ilmiah. Bagaimana tanggapan Anda? Oke lah kita terima karena tidak ada di buku atau jurnal masalah aktivasi otak tengah. Tapi kita sudah standar oleh apa yang dilakukan penyelenggara metode pelatihan pendidikan, orang umum juga lakukan itu.
Tapi bedanya kita mengaktifkan atau menstimulus otak melalui gelombang otak, pakai gelombang. Kita tidak klenik, tidak mistis, kita ilmiah banget. Orang sibuk memperdebatkan nama bukan kontennya. Yang jelas kita memang memperbaiki dan kita sangat senang mendapat saran dan masukan.
Dari kami juga mempunyai pakar Neurologi yang bisa menjelaskan hal itu, tapi kami tidak bisa membeberkan karena itu rahasia perusahaan.
Bagaimana GMC menjamin dalam dua hari anak bisa diaktivasi otak tengahnya, kemudian menjadi cerdas? Kenyataannya bisa dua hari, mengapa tidak? Setiap produk itu kan harus memiliki kelebihan.
Bagaimana tanggapan GMC soal gugatan orangtua yang anaknya dirugikan?
GMC tidak merasa terintimidasi. Tapi yang kasihan adalah para alumni, mereka sedih bukan kerena tertipu dengan GMC, mereka dihujat dan orangtuanya juga dibodoh-bodohi. Yang ikut disini orangtuanya bukan orang bodoh-bodoh, mereka dokter, professor.
Tujuan untuk blindfold (menutup mata) itu bukan yang utama. Kita tidak pernah mengatakan itu. Sampai sekarang tidak ada satupun yang mengadu ke sini dan menggugat GMC ke Polisi. Kalau mau melapor, ke yang berwenang. Jangan hanya di Facebook dan membentuk opini publik.
PETISI STOP AKTIVASI OTAK TENGAH
http://www.ipetitions.com/petition/stop-aktivasi-otak-tengah/
Meningkatnya kegiatan berasas bisnis yang mengatasnamakan kegiatan ilmiah demi pendidikan dan masa depan anak-anak Indonesia yang kegiatannya dilakukan oleh sekelompok orang berupa kegiatan Aktivasi Otak Tengah, serta dipublikasikan dapat memberikan hasil anak menjadi jenius, sementara itu kegiatan ini terus berlanjut sekalipun sudah banyak orang yang melakukan protes, maka demi masa depan anak-anak Indonesia, kami menyatakan bahwa:
1. Mendukung penggugatan terhadap kegiatan aktivasi otak tengah yang bertujuan anak menjadi jenius.
2. Mendesak pada pemerintah cq Kementerian Kesehatan, Kementrian Pendidikan, Lembaga Perlindungan Anak, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kepolisian, agar menyikapi kegiatan pengaktifan otak tengah.
3. Mendesak kepada berbagai ikatan profesi, keahlian dan praktisi yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan untuk senantiasa memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang pelayanan pendidikan dan kesehatan berbasis ilmiah (Evidence Based Practice).
4. Menolak bentuk-bentuk pelayanan pendidikan dan kesehatan yang pseudocience.
Individu jenius adalah seseorang highly gifted (Inteligensi serta kreativitas yang luar biasa), dimana ia sudah menghasilkan prestasi yang luar biasa. *
Boks syariah
Menuntut Ilmu Tidak Bisa Instant
Zaman modern menuntut kita serba cepat. Tak heran jika produk-produk yang menawarkan cara cepat untuk mencapai sesuatu selalu laris. Dari makanan instan hingga cara untuk memahami agama secara instan pun hadir. Promosi yang bombastis kerap membuat banyak orang tertarik meski mereka buta akan hakikatnya.
Belakangan ini orang banyak tersentak dengan penemuan aktifasi otak tengah. Konon menurut para pegiatnya, jika seseorang mampu mengaktifkan otak tengahnya ia akan melakukan aktivitas dengan lebih cepat. Saking hebatnya, seorang bisa membaca, memasak, dan mewarnai, bisa dilakukan dengan mata tertutup.
Bagi para penuntut ilmu tentu saja hal ini akan sangat memudahkan. Namun tanda tanya besarnya, apakah ilmu yang sangat mulia ini bisa dicapai dengan cara instant?
Fakta sejarah berkata tidak. Sebab, ulama-ulama terdahulu dengan tingkat kecerdasan yang tinggi tidak ada yang menuntut ilmu secara cepat. Mereka bahkan seumur hidupnya mengabdikan diri untuk menuntut ilmu. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Menghabiskan umurnya berpuluh tahun untuk mendapatkan ilmu.
Dikatakan kepada Imam Ahmad, seorang menuntut ilmu pada seorang guru saja yang memiliki ilmu yang banyak atau dia pergi berpetualang menuntut ilmu, Ahmad menjawab, “dia berpetualang dan menulis dan mendengar dari para ulama di setiap kota.” Bahkan Musa sendiri yang sudah jadi nabi berjalan begitu jauh untuk menuntut ilmu. (Lihat Fathul Bari, Kitabul Ilmi, Bab Alkhuruj Fi Thalabil Ilmi)
Imam Bukhari membuat bab khusus tentang keluar menuntut ilmu. Lalu beliau mencontohkan sahabat Jabir bin Abdullah. Sahabat dari kalangan Anshar ini pernah melakukan perjalanan selama satu bulan untuk mengambil satu Hadits dari Abdullah bin Unais. (Shohih Bukhari, Kitabul Ilmi, Bab Alkhurujuj Fi Thalabil Ilmi)
Dan kalau merujuk pada al-Qur`an, Allah pun menurunkan al-Qur`an secara berangsur-angsur. Padahal, siapa yang meragukan kecerdasan Nabi. Kalau Allah mau mengajar Nabi-Nya dengan cara instant pun pasti bisa. Namun, Allah memilih 23 tahun untuk mengajarkan al-Qur`an. Waktu yang tentunya tidak singkat. Banyak hikmah di dalamnya. Tapi yang terpenting adalah proses panjang dalam menuntut ilmu adalah suatu kemutlakan.
Proses sangatlah penting. Semakin melelahkan proses yang dilewati seseorang dalam menuntut ilmu, semakin banyak pula ilmu yang Allah akan berikan. Karenanya dalam salah satu wasiat Imam Syafi’i kepada para penuntut ilmu adalah harus bersabar dalam waktu yang panjang.
Allah juga berfirman, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut [29]: 69)
Menuntut ilmu adalah salah satu jalan mencari keridhaan Allah yang membutuhkan kesungguhan. Lalu dimanakah letak kesungguhan itu jika kita justru ingin mencari ilmu dengan cara-cara yang cepat? * SUARA HIDAYATULLAH, MARET 2011

 
Design by Tadzkurrahman | El-Ngawi |